Model Dinamika Sistem dan Krisis Dunia

Sains, Filsafat Sains dan Teknologi

Model Dinamika Sistem dan Krisis Dunia

Sekitar tahun 1960 — 1970 Jay Forrester seorang guru besar di MIT mencetuskan model dinamika system yang dapat dipakai untuk menganalisis aliran barang pada industri dan kelompoknya berhasil memperluasnya untuk menganalisis dinamika system dunia. Kelompok yang dipimpinya  mengambil populasi/jumlah penduduk , hasil industri dan pertanian, sumber alam dan lahan subur, polusi dan sampah sebagai kuantitas penting yang perlu diperhatikan.

Jumlah penduduk dunia naik sekitar 2% per tahun, meningkatnya jumlah penduduk secara eksponensial ini yang berarti populasi akan menjadi dua kali lipat setiap 70 tahun. Jumlah penduduk dunia ada sekitar 6 milyar dalam tahun 2000 dan kalau pertumbuhanya tetap 2%, maka dalam tahun 2070 akan menjadi 12 milyar manusia.

Populasi meningkat secara eksponensial berarti kebutuhan pangan, pakaian dan papan/perumahan akan meningkat, ini berarti hasil pertanian dan industri perlu ditingkatkan secara eksponensial pula, akibatnya sumber alam dan luas tanah subur akan menipis, polusi dan sampah akan bertambah, kalau ini berlangsung terus maka dunia akan menuju krisis.

Model ini menunjukkan bahwa tanpa strategi dan tindakan yang tepat sekitar tahun 2050 saja mungkin menusia sudah krisis air bersih, menipisnya sumber alam dan kerusakan lingkungan yang parah.

Memang model ini banyak dikritik dan ditunjukkan terdapat kelemahan, namun kecenderungan umum bahwa tanpa strategi dan tindakan yang tepat untuk menaganinya maka dunia akan menuju krisis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s