Antisipasi Bencana Perubahan Iklim

Rabu, 28 Januari 2009 | 23:18 WIB

JAKARTA, RABU — Indonesia menjalin kerja sama dengan Japan for International Cooperation Agency (JICA) dalam mengantisipasi bencana sebagai akibat terjadinya perubahan iklim.

“Jepang memiliki pengalaman dalam menangani bencana semacam ini, ini yang menjadi dasar kerja sama dengan kami,” kata Dirjen Sumber Daya Air Departemen PU, Iwan Nusyirwan Diar di Jakarta, Rabu (28/1).

Iwan yang ditemui di sela seminar kerja sama dengan JICA mengenai antisipasi bencana akibat perubahan iklim mengatakan, pihaknya bersama JICA berusaha merumuskan sebuah kebijakan dan strategi pengelolaan sumber daya air menghadapi perubahan iklim. Strategi-strategi tersebut di antaranya, strategi mitigasi dengan mengelola tata air pada lahan-lahan gambut (low land) dalam rangka mengurangi kerentanan kebakaran pada lahan gambut (pengendalian emisi gas rumah kaca) dan mendukung kegiatan penghijauan di daerah aliran sungai yang kritis dan kawasan hulu sungai.

Selain itu, juga strategi adaptasi melalui peningkatan pengelolaan bangunan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung ketahan pangan, pengembangan pengelolaan risiko bencana untuk banjir dan kekeringan. Indonesia dan Jepang akan bahu-membahu melakukan perlindungan pantai karena permukaan air laut mengalami kenaikan ditandai dengan mencairnya es di kutub utara. Kampanye hemat air juga bagian kerja sama tersebut.

Strategi tersebut sangat penting dilakukan karena perubahan iklim juga dapat berdampak pada terjadinya krisis pangan, krisis air global, dan krisis energi sebagai akibat dari kondisi perubahan iklim yang ekstrem. Dampak perubahan iklim tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dialami negara-negara di belahan dunia lainnya termasuk Jepang.

Dari data yang ada menunjukkan bahwa telah terjadi anomali yang signifikan, khususnya dalam 25 tahun terakhir, seperti meningkatnya temperatur global, naiknya permukaan air laut dan sering terjadinya kondisi ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Bencana alam seperti banjir dan topan juga terjadi di Jepang sebagai salah satu dampak terjadinya perubahan iklim, kata Yoshiaki Nanami, Direktur Kebijakan International Biro Kebijakan Infrastruktur, kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT).

Pemerintah Jepang menganggap Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terkena dampak perubahan iklim karenanya perlu disiapkan rencana kegiatan secara detail dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

WAH
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s