Nasib ibu kota Indonesia

Revolusi Sains Indonesia

Tahun 2014, mungkin kita tak punya lagi kota Jakarta.

Pada saat itu besar kemungkinan Jakarta sudah tenggelam, transportasinya sudah kolaps disebabkan kemacetan yang tak tertolong lagi, 1 dari 5 pelajarnya adalah pecandu narkoba; alias akan terjadi lost generation besar-besaran.

Tentu, ke-pesimis-an tersebut bukan tanpa dasar, melainkan dengan menimbang data-data berikut:

1. Tanah Jakarta turun sekitar 8-14 cm setiap tahunnya [1]. Pada tahun 2014, Jakarta akan turun sekitar 70 cm dibanding tahun 2010. Ini disebabkan pembangunan yang tidak kenal batas, dari kalangan mall ataupun pengembang yang serakah, sehingga menguras air tanah Jakarta. Keadaan diperparah oleh primitifnya teknologi pengairan di Jakarta; contoh yang terjelas adalah tragedi situ gintung di Cirendeu [2], salah satu situ terbesar dan terindah di Jakarta, yang kini tinggal kenangan, disebabkan kebodohan pihak-pihak terkait.

2. Kemacetan Jakarta semakin hari semakin menjadi, mengingat penjualan kendaraan bermotor tanpa kenal batas[3]. Per lima tahun…

View original post 252 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s