Orang yang Tersesat Belum Tentu Tersesat

Kesalahan Berpikir

Dhila & Semesta.

“Woi, masa sih? Di mana-mana orang yang tersesat, ya, ya, berarti tersesat!”

Wuits, belum tentu, kawan, orang yang tersesat itu belum tentu tersesat?

“Apanya? Apanya yang gak tersesat?”

Jalan pikirannya. Setiap orang memiliki jalan pikiran masing-masing yang bisa berbeda antara satu sama lain. Untuk bisa membaca jalan pikiran tersebut yang dibutuhkan adalah reasoning, penjabaran dari alasan dan pertimbangan, yang jelas dan masuk akal. Saat reasoning itu tidak lengkap, bisa menyebabkan pikiran kita langsung mengambil suatu kesimpulan yang berasal dari lompatan pikiran kita. Pikiran kita melompati jurang yang ada karena reasoning yang tidak lengkap tadi bisa menyebabkan kesesatan berpikir.

Kalau kamu mengambil kesimpulan bahwa saya akan membahas tentang kesesatan berpikir, ya, kamu benar, silakan lanjutkan membaca! Silakan tersesat dalam tulisan ini. Jadikan refleksi diri, sudah sebanyak apakah kamu menyesatkan orang lain. Haha.

Kawan, pernahkah kau melihat seseorang berbicara di depan televisi, terdengar begitu meyakinkan, sampai-sampai membuat kau bertepuk tangan? Tetapi setelah…

View original post 1,393 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s