Sains dan Agama

Sains dan Agama

The Houw Liong

Fisika klasik menyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam alam semesta ditentukan oleh kondisi awal dan hukum alam. Hal ini berarti bahwa segala peristiwa yang terjadi dalam alam semesta sudah ditakdirkan (predestined).
Fisika kuantum menyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam alam semesta hanya bisa ditentukan probabilitasnya saja. Hal ini sesuai dengan konsep nasib. Jika kita menempatkan diri pada tempat dan waktu yang kemungkinan terjadinya besar maka kita dapat memperbaiki nasib kita.
Selain itu fisika kuantum menyatakan bahwa elektron , proton, foton , dsb mempunyai sifat dualisme yaitu partikel gelombang. Ketika sifat partikel dominan maka sifat gelombangnya tidak tampak, sebaliknya ketik sifat gelombang dominan maka sifat partikelnya tdidak tampak.
Hal ini dapat dipakai untuk menjelaskan Yesus Kristus yang bisa berperan sebagai manusia dan Tuhan pada saat yang bersamaan. Ketika Yesus berperan menjadi manusia Yesus harus berdoa kepada Allah Bapak dan melakukan kehendak Bapak Surgawi, namun ketika Yesus adalah Firman yang bersama dengan Allah Bapak dan Roh Kudus berperan aktif dalam penciptaan Alam Semesta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s