New paper finds transient climate sensitivity to doubling of CO2 is about 1°C


New paper finds transient climate sensitivity to doubling of CO2 is about 1°C

Originally posted on Watts Up With That?:

A new paper published in Ecological Modelling finds climate sensitivity to doubled CO2 concentrations is significantly lower than estimates from the IPCC and climate models which “utilize uncertain historical data and make various assumptions about forcings.” The author instead uses a ‘minimal model’ with the fewest possible assumptions and least data uncertainty to derive a transient climate sensitivity of only 1.093C:

View original 452 more words

Orang yang Tersesat Belum Tentu Tersesat


Kesalahan Berpikir

Originally posted on Dhila & Semesta.:

“Woi, masa sih? Di mana-mana orang yang tersesat, ya, ya, berarti tersesat!”

Wuits, belum tentu, kawan, orang yang tersesat itu belum tentu tersesat?

“Apanya? Apanya yang gak tersesat?”

Jalan pikirannya. Setiap orang memiliki jalan pikiran masing-masing yang bisa berbeda antara satu sama lain. Untuk bisa membaca jalan pikiran tersebut yang dibutuhkan adalah reasoning, penjabaran dari alasan dan pertimbangan, yang jelas dan masuk akal. Saat reasoning itu tidak lengkap, bisa menyebabkan pikiran kita langsung mengambil suatu kesimpulan yang berasal dari lompatan pikiran kita. Pikiran kita melompati jurang yang ada karena reasoning yang tidak lengkap tadi bisa menyebabkan kesesatan berpikir.

Kalau kamu mengambil kesimpulan bahwa saya akan membahas tentang kesesatan berpikir, ya, kamu benar, silakan lanjutkan membaca! Silakan tersesat dalam tulisan ini. Jadikan refleksi diri, sudah sebanyak apakah kamu menyesatkan orang lain. Haha.

Kawan, pernahkah kau melihat seseorang berbicara di depan televisi, terdengar begitu meyakinkan, sampai-sampai membuat kau bertepuk tangan? Tetapi setelah…

View original 1,393 more words

Indonesia: Dibangun 400 Juta Tahun


Indonesia: Dibangun 400 Juta Tahun

Originally posted on Geotrek Indonesia:

Oleh: Awang Harun Satyana


“Indonesia adalah sebuah ensiklopedia geologi. Para geologist Indonesia hendaknya mensyukuri, membaca dan memahaminya.”



Indonesia dalam aspek hayati dan nonhayati adalah sebuah “bhinneka tunggal ika”

Indonesia adalah sebuah wilayah yang dicirikan oleh ragam suku, bahasa, agama, tradisi, dan unsur budaya lainnya. Indonesia adalah sebuah wilayah yang dicirikan oleh ragam flora dan fauna. Indonesia pun adalah sebuah wilayah yang dicirikan oleh ragam geologi yang rumit namun menarik. Komponennya beraneka, namun menyusun kesatuan Indonesia: bhinneka tunggal ika.

Indonesia dari permukaannya sampai litosfer di bawahnya adalah sebuah area multigeologi, yang disusun oleh sekitar 20 blok litosfer yang berlainan asalnya, dari tempat-tempat asal yang ribuan km jauhnya, yang lalu masing-masing berjalan ke arah Khatulistiwa, dan akhirnya mereka saling bersatu menyusun Indonesia.

Inilah gambaran sejarah geologi Indonesia, bagaimana Indonesia terbentuk, yang melibatkan berbagai proses geologi: serbaasal, serbarumit dan serbapanjang.


Indonesia secara geologi dibangun…

View original 1,175 more words

UX for Good: Can We Harness Emotions to End Genocide?


can we harness emotion

Originally posted on News:

Automatticians, the people who build, participate in events and projects around the world every day. Periodically, they report back on the exciting things they do when not in front of a computer.

London-based Davide Casali is a speaker and mentor, but above all he designs experiences for our users. This year, for the second time, he returned as a team lead at UX for Good, a project that calls on designers to tackle complex social challenges. Here’s a brief journey through the events of these six days.

One hundred days to kill a million people. This is the magnitude of the genocide that began on April 7, 1994, in Rwanda. A genocide that the Western world tried to ignore, but that today has a valuable lesson to teach us.

This terrible event has been the central topic of the 2014 challenge of UX for Good, a project founded in…

View original 1,009 more words

The Greatest Climate Myths of All – Part 1


The Greatest Climate Myths of All – Part 1

Originally posted on Watts Up With That?:

Guest essay by Jim Steele,

Director emeritus Sierra Nevada Field Campus, San Francisco State University and author of Landscapes & Cycles: An Environmentalist’s Journey to Climate Skepticism

At the website deceptively named SkepticalScience, they list “Climate Changed Before” as the skeptics’ #1 “mythical” argument. But the website’s authors have fabricated a straw man argument writing, “The ‘climate changed naturally in the past’ argument is a logical fallacy known as non sequitur, in which the conclusion doesn’t follow from the arguments.  It’s equivalent to seeing a dead body with a knife sticking out the back, then arguing the death must be natural because people died naturally in the past. 

View original 1,637 more words

France surrenders their energy security to renewables


Renewable Energy

Originally posted on Watts Up With That?:

boom1From the GWPF: French Socialists Follow Germany, Shift Away From Nuclear To Renewables

Via Agency France-Press: France on Wednesday unveiled a much-anticipated bill to reduce the country’s dependency on nuclear energy and fossil fuels, after months of intense debate over one of the Socialist government’s pet projects. Experts estimate it will cost the country between 15 and 30 billion euros in investments every year until the so-called “energy transition” is completed.

The planned law, presented to the cabinet by energy and environment minister Segolene Royal, seeks to make France a greener country and reduce the nation’s energy bill.

View original 184 more words